Jumat, 20 Juni 2014

Bahaya Obesitas Pada Anak

Masalah gizi kurang pada masyarakat Indonesia memang belum sepenuhnya teratasi. Namun di sisi lain, masalah obesitas juga tak kalah pentingnya dan perlu mendapatkan perhatian serius. Karena berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 pada anak usia 6-12 tahun, prevalensi anak kegemukan mencapai 9,2 persen.

Dokter Laila Hayati, M.Gizi, SpGK dalam acara SOHO #BetterU: Hari Gizi Nasional, menjelaskan, obesitas merupakan penumpukan jaringan lemak berlebihan di dalam tubuh. Masalah kesehatan ini bukan saja terjadi di negara maju, tetapi juga di negara berkembang, termasuk di Indonesia.


"Penyebabnya karena yang mereka konsumsi dan mudah didapatkan adalah karbohidrat yang bisa membentuk jaringan lemak di dalam tubuh," ujar Laila Hayati di Jakarta, Rabu (22/1).

Obesitas, menurutnya menjadi masalah yang serius karena bisa mengakibatkan berbagai macam gangguan kesehatan. Apalagi, jika terjadi pada anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.

"Obesitas bisa menyebabkan arteri karotis dan kolesterol yang tidak normal karena di dalam darahnya terdapat banyak lemak sehingga mempengaruhi pembuluh darah," ungkapnya.

Diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan tidur dan kanker juga bisa timbul akibat obesitas. "Orang dengan obesitas juga berpotensi mengalami gangguan hati, gangguan makan, anoreksia, infeksi kulit dan asma, serta gangguan pernafasan lainnya," kata Laila.

Masalah obesitas pada anak sebetulnya mudah dikenali. Beberapa gejala klinis yang bisa terlihat seperti tinggi dan berat badan yang tidak seimbang, ukuran penis yang terlihat kecil karena tenggelam akibat jaringan lemak di sekitar penis yang meninggi. Lalu, adanya penumpukan lemak di area perut dan sekitar payudara, serta bentuk kaki yang bengkok akibat terlalu berat menopang beban tubuh.

Dijelaskan Laila, pola makan yang buruk, aktivitas fisik yang kurang serta rendahnya kontrol orang tua terhadap makanan yang dikonsumsi anak menjadi faktor dominan yang dapat meningkatkan resiko obesitas pada anak. Obesitas pada anak sebetulnya dapat dicegah.

"Selalu pantau pertambahan berat badan dan tinggi badan secara teratur, menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) anak secara berkala, melakukan aktivitas fisik rutin tiga hingga lima kali dalam seminggu, dan melakukan pengontrolan makanan pada anak," ujar Laila. 

http://www.beritasatu.com/kesehatan/162191-wajib-tahu-bahaya-obesitas-pada-anak.html

1 komentar:

  1. Yogyakarta, Aktual.com – Obesitas (kelebihan berat badan) perlu mendapatkan perhatian serius, karena kasus kegemukan di dunia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta Jonathan Willy Siagian.

    “Peningkatan itu (kelebihan berat badan) cukup mengkhawatirkan, karena obesitas ditengarai menjadi salah satu penyebab kematian yang cukup signifikan pada abad ke-21 ini,” katanya pada kuliah tamu dan diskusi tentang obesitas di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Jumat (7/8).

    Akademisi: Obesitas Perlu Mendapat Perhatian Serius

    BalasHapus