Minggu, 22 Juni 2014

Bahaya Kegemukan Pada Balita

Anak-anak yang kelebihan berat badan pada usia empat tahun menghadapi ancaman kesehatan seumur hidup, kata pakar kesehatan.

Dr David Haslam, dokter yang mengepalai Forum Obesitas Nasional menyatakan usia empat tahun merupakan waktu penting karena saat seorang anak mulai sekolah "perang melawan obesitas telah kalah".

Pola hidup telah dikukuhkan dan awal sekolah berarti rumah tidak lagi menjadi satu-satunya tempat menentukan dalam soal makanan. Lebih dari satu dari lima anak di Inggris memulai sekolah mereka dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Anak-anak usia empat tahun sekarang begitu gemuk sehingga untuk pertama kalinya di Inggris, toko Marks and Spencers memperkenalkan seragam ukuran besar untuk dikenakan mereka.

Anak-anak yang obesitas seperti ini terancam kesehatannya karena kemungkinan akan menderita diabetes tipe 2, kanker, penyakit jantung, masalah persendian dan kaki serta masalah psikologis.
Luput bertindak

Dr Haslam, yang juga anggota ESCO (Experts in Severe and Complex Obesity) mengatakan bidan aktif yang berkunjung ke rumah adalah penting. ESCO ini adalah kelompok pakar yang memperbaiki perawatan obesitas yang parah di Inggris.

Dia memperingatkan, badan pelayanan kesehatan Inggris atau NHS harus "mulai dari awal lagi" untuk mencegah kelebihan berat badan masa kanak-kanak.

Kehamilan merupakan masa awal untuk ikut campur, katanya, dengan meminta bidan yang berkunjung ke rumah untuk memberikan informasi makanan yang sehat kepada calon ibu.

Dia merasa bahwa dengan tidak menyertakan bidan dalam penanganan obesitas, NHS "luput bertindak". "Ketika ibu hamil tidak ada masalah menemuinya karena 95% dari mereka diperiksa dokter dan bidan. Namun sangat kecil porsinya dalam menangani berat badan," lanjutnya.

"Kehidupan obesitas dimulai sebelum lahir ketika ibu hamil. Yang saya sarankan adalah praktek bidan harus lebih fokus kepada gaya hidup dan soal obesitas," katanya.

"Mulai usia empat tahun, jika kita tidak melakukan apa pun untuk menghentikan soal obesitas maka kita akan menghadapi masalah besar," tegas Dr Haslam.

Menurut Dr Aslam, anak-anak ini tidak bersalah, tidak ada yang bisa dilakukan. Dia memiliki masa depan obesitas, tanpa peluang memiliki badan yang sehat dan ramping di masa mendatang.

Dia menyatakan, memprioritaskan untuk memberikan susu ibu merupakan hal penting untuk melawan obesitas dan alergi. Namun dia menambahkan sebagian orang masih belum mengikuti nasihat ini.

"Saya lihat ibu-ibu mengatakan, 'anda menyusui anaknya?' dan mereka bilang "mengapa harus disusui saya'. Saya sungguh heran karena begitu mereka bertindak seperti itu tidak bisa mengubahnya," ujar Dr Aslam.

Penelitian terbaru tampaknya menyimpulkan bahwa peningkatan jumlah obesitas terhenti namun para pakar mengatakan masih ada masalah besar karena di Inggris saja 1,5 juta anak-anak kelebihan berat badan.

Sue Jacob dari Royal College of Midwives menyatakan, jika sumber daya manusianya memadai akan memberikan pengaruh besar.

"Kaum perempuan mempercayai bidan dan memiliki hubungan baik dengan mereka. Namun kami perlu diberi ruang dan sumber daya untuk melakukan tugas ini," tuturnya.

"Jika kita memiliki waktu dan sumber daya kami dapat mengubah sikap mereka itu," tegasnya.

Paul Sacher, Direktur Riset MEND, program yang bertujuan mendorong anak obesitas lebih sehat setuju bahwa hidup sehat lebih awal adalah penting.

"Anak-anak yang terkena obesitas pada usia sangat muda kemungkinan kegemukan usia dewasanya. Obesitas pada usia anak-anak berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan dari usia muda sampai dewasa.

Dr Carel le Roux, anggota ESCO dan dokter utama dari Imperial Weight Centre di Rumah Sakit Charing Cross mengatakan, "Jika seorang pasien kegemukan pada usia empat tahun maka akan lebih sulit merawatnya pada jangka panjang."

Menurut dia, faktor genetika berperan besar dalam menentukan seseorang menderita obesitas atau tidak. Perempuan yang kegemukan lebih besar kemungkinan memiliki anak-anak obesitas namun dia menambahkan, genetika tidak bisa disalahkan untuk segala hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar