Obesitas Pada Pria
Pada pria, obesitas menyebabkan hambatan dalam kontak seksual. Pria
gemuk cenderung pasif. Padahal , dalam hubungan seksual, pria diharapkan
sebagai pihak yang aktif untuk memulai.
Selain itu, pada pria gemuk, apalagi yang mengalami obesitas, terjadi
penumpukan lemak dimana-mana, termasuk di daerah pubis (diatas
kemaluan). Akibatnya , seringkali didapatkan penis tampak pendek atau
tak cukup menonjol dan tampak kecil. Dengan keadaan seperti ini, tentu
penetrasi akan lebih sulit.
Obesitas juga memberikan pengaruh pada metabolisme hormon androgen,
terutama terhadap testoteron. Masalah infertilitaas yang terjadi
berkaitan dengan kadar testoteron bebas yang rendah di dalam darah pria
obesitas. Padahal testoteron berfungsi menjamin berkembangnya organ
reproduksi, timbulnya cirri-ciri seks sekunder laki-laki sebelum
pubertas dan berlangsungnya spermatogenesis (pembentukan sperma), serta
mempertahankan fungsi seksual setelah pubertas. Jika fungsi seksualnya
tak optimal, tentu saja akan sulit membuat istrinya hamil, kan?