Minggu, 22 Juni 2014

Ini Penyebab Wanita Kegemukan Sulit Hamil

Sebuah penelitian pernah dilakukan di Universitas Michigan yang mengamati tingkat kehamilan pada 50.000 wanita yang sedang menjalani prosedur peningkatan kesuburan menggunakan teknologi reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 40 memiliki potensi kehamilan sebanyak 35% lebih sedikit daripada wanita dengan IMT normal yakni 18,5.

Penelitian lain menyebutkan bahwa bahkan teknologi modern seperti bayi tabung pun sulit dilakukan pada wanita yang kegemukan. Penelitian dilakukan oleh Babycenter Medical Advisory dan melaporkan bahwa embrio sulit ditanam pada rahim wanita gemuk.


Kelebihan berat badan tidak hanya menurunkan potensi kehamilan wanita tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam komplikasi jika kehamilan terjadi, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Di sisi lain, menurunkan berat badan selama masa hamil sama sekali tidak sehat bagi calon bayi, karena itu para dokter umumnya merekomendasikan para perempuan untuk menurunkan berat badannya sebelum hamil.

“Berat badan tidak akan mempengaruhi peluang untuk hamil jika periode menstruasi normal dan terjadi setiap 28 hari,” demikian ucap Dokter Spencer Richlin, seorang endokrinologi dari Reproductive Medicine Associates of Connecticut. Obesitas pada wanita memang tidak secara langsung menurunkan tingkat kesuburan, tetapi obesitas dapat menyebabkan munculnya masalah hormon yang dapat mengganggu proses ovulasi.

Ovulasi (masa subur) adalah satu masa dalam siklus menstruasi dimana sel telur wanita siap dibuahi. Terlalu gemuk menimbulkan masalah pada hormon yang dapat mengubah siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali. Memiliki siklus menstruasi tidak teratur tentu membuat potensi terjadinya kehamilan semakin sulit. Itulah sebabnya banyak yang mengatakan bahwa kegemukan adalah salah satu penyebab mengapa wanita sering telat datang bulan.
Untuk menentukan apakah anda perlu menurunkan berat badan selama masa kehamilan, anda harus mengetahui Indeks Massa Tubuh atau BMI anda.  Cara menghitung BMI adalah dengan membagi berat badan anda (kg) dengan tinggi badan (meter), hasilnya adalah angka BMI anda. BMI ideal berada antara 19-25. Lebih besar dari angka 30 adalah indikasi anda mengalami obesitas atau kegemukan.
Contohnya, Berat Badan (BB) = 70 Kg dan Tinggi Badan (TB) = 160 cm (1,6 m)
IMT = BB / (TB)²
IMT = 80/ (1,6)² = 31,2

Jika dari perhitungan, anda memiliki nilai BMI yang masuk kategori kegemukan, maka lakukan konsultasi ke dokter untuk merumuskan latihan dan rencana gizi yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Kegemukan dalam dunia kedokteran sering dikaitkan dengan kondisi yang disebut Sindrom Ovarium Polikistik (Polycystic Ovarian Syndrome, PCOS) yang dapat menyebabkan indung telur menebal dan tidak mampu mengeluarkan sel telur saat masa ovulasi. PCOS menyebabkan terjadinya peningkatan kadar hormon testosteron dalam darah yang mempengaruhi siklus menstruasi dan menimbulkan gejala lain seperti pertumbuhan rambut berlebih, kebotakan dan jerawat.

Jika anda memiliki berat tubuh berlebih dan sedang hamil maka jangan pernah menurunkan jumlah asupan kalori harian anda karena dapat mengurangi nutrisi bayi dalam kandungan. Lakukan konsultasi dengan dokter kandungan anda, jika saat hamil anda mengalami peningkatan berat tubuh yang signifikan. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk membantu mengurangi risiko komplikasi yang mungkin muncul. Dokter juga akan menyarankan jenis makanan terbaik yang dapat memenuhi nutrisi bayi dalam kandungan tanpa menyebabkan berat badan sang Ibu meningkat.

sumber : http://www.seksualitas.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar